Tentang Saya

Foto saya
hamba Allah yang belajar berbagi ilmu lewat tulisan, dengan terus belajar membekali diri dengan ilmu agar hidup lebih bermanfaat.

Sabtu, 03 Desember 2016

Tak kenal maka tak sayang



AL QUR’AN
Tak kenal maka tak sayang
 | 2.12.2016 |

2.12.2016

Jum’at 212, merupakan hari pembuktian bagi kaum muslim bahwa kita kuat jika bersatu. Dan lihatlah, kita bersatu Karena apa? Karena ada seorang kaum kafir yang menghina Al Qur’an, kitab suci kita, yang berisi perkataan Allah azza wa jalla.
Media social, tv, radio, media cetak, semua membahas tentang hari itu. Betapa tidak,  mungkin hari itulah shalat jum’at terbesar di Indonesia, jutaan muslim kumpul dengan niat yang sama. masya Allah. Mereka ikut aksi bukan karena bayaran seperti yang dituduhkan mereka diluar sana, namun panggilan hati untuk membela agama, kitab dan menjaga NKRI.
Aksi bela ISLAM, bukan saja ikhwa yang mengambil peran, namun muslimah pun turun mengambil perannya dalam mempersiapkan makanan. Posko-posko dibuat dan para muslimah dengan gesit bekerjasama mempacking makanan tersebut dengan baik, semua ingin mengambil bagian.
Dan hari itu, jum’at 212, disaat Aksi bela ISLAM (Al Qur’an) dilaksanakan, ada beberapa mahasiswa yang sedang melaksanakan ujian munaqashah (ujian tutup), berjuang mempertahankan apa yang telah ditulisnya yang didasarkan pada hasil penelitiannya. Karena berada di Universitas berbasis Islam, yang memiliki visi-misi mengintegrasikan ilmu dibidangnya dengan Al Qur’an dan hadits. Maka dalam isi skripsi terdapat ayat-ayat Al Qur’an dan hadits.
Dan, mulailah para penguji mengajukan pertanyaan seputar isi skripsi, dari metode, hasil sampai kesimpulan. Dapat terjawab. Tiba lah di pertanyaan seorang penguji, yakni “coba bacakan ayat Al Qur’an yang anda kutip kedalam skripsi ini.”
Dan, setelah mengaji, penguji berkata: “maaf saya tunda nilai anda, Karena saya kecewa sekali mendengar cara bacaan yang demikian. Saya akan beri nilai jika kamu sudah dapat membaca ayat tersebut dengan benar.”
Mahasiswa sangat terkejut, mungkin dia tidak menyangka, nahwa nilainya tertunda hanya karena bacaannya kurang tepat, panjang pendeknya, dan sebagainya. Karena mungkin, yang dipersiapkan mahasiswa adalah ilmu di bidangnya beserta teori-teori yang mendukung penelitiannya, namun tidak memikirkan tentang baca Al Qur’an yang sebenarnya sangat penting.
Tertunduk sedih menyaksikan kejadian itu. Berkecamuk penyesalan juga, kenapa tidak mengambil bagian mengajarkan Al Qur’an, mengajarkan tentang pentingnya mahasiswa kenal, akrab dengan Al Qur’an. Karena mereka adalah generasi penerus bangsa ini.
Bukankah adalah fenomena terbesar kehancuran Islam adalah jauhnya ummat dengan Al Qur’an.
Sedih, di Jakarta dan kota-kota lainnya, ummat sedang berkumpul melakukan aksi bela Islam, bela ayat Al Qur’an yang dinistakan, Namun masih banyak generasi muda yang belum bisa membaca dengan baik Al Qur’an, apalagi memahami isi ayat-ayat Al Qur’an. Merinding, membayangkan bagaimana keadaan bangsa kita, agama kita jika para generasi muda buta baca Al Qur’an, akankah hati-hati mereka masih dipenuhi akan cinta pada Al Qur’an jika mereka tidak akrab, tidak dekat dengan Al Qur’an. Mahasiswa di universitas Islam saja begini ngajinya, bagaimana mahasiswa-mahasiwa diluar universitas berbasis Islam, mereka adalah calon-calon sarjana yang akan mengganti pemimpin-pemimpin saat ini. Keyakinan kuat akan masih banyak mahasiswa yang dekat dengan Al Qur’an, namun kejadian ini menjadi ukuran bagi kita untuk tidak lengah dalam mengisi hati-hati generasi muda dengan Al Qur’an. Mengambil bagian unutuk mengingatkan, memotivasi, mengajarkan mereka untuk mempelajari Al Qur’an. Agar mereka kenal, dan akan sayang, serta cinta pada kitabnya. Kita butuh generasi Qur’ani.
Ya Allah, lapangkanlah urusan kami agar kami dimudahkan untuk belajar dan mengajarkan Al Qur’an, meluangkan waktu untuk membacanya setiap hari, mentadabburinya, mengamalkannya disetiap langkah-langkah kami.
Tugas ummat masih banyak, tidak sampai hanya mencari nafkah, Tidak hanya membekali diri kita sendiri dengan ilmu, Tidak hanya sebatas membaguskan penampilan-penampilan kita dengan busana muslim yang syar’I. Namun, tugas kita juga nasehat menasehati dalam kebaikan. Karena rezeki itu pasti, kemuliaan lah yang dicari.  #noted.
#dibalikkisah
#owopku



Tidak ada komentar:

Posting Komentar