i'm on track
___
By ummi aia
“perjalanan jauh itu dimulai dari langkah awal yang pasti.”
Untuk menjadi seorang ilmuwan, dokter atau profesi apapun pasti memiliki sekolah khusus untuk mencapai hasil yang bagus.
Namun, pernahkah kita terpikir, kalau menjadi seorang ibu adalah sebuah profesi. Profesi yang sangat mulia, karena profesi ini langsung diamanahkan kepada kita langsung dari Allah, Sang Pencipta, Pemilik Langit Dan bumi Dan apa yang ada diantara keduanya.
MasyaAllah, tidakkah kita bersyukur akan amanah yang Allah berikan.
Suatu kebanggan menjadi seorang Istri, dan seorang ibu. Dengan menjadi seorang Istri yang sholehah saja, Allah menjanjikan kita untuk memilih pintu syurga yang ingin kita masukkan.
Tidak ada apa-apanya dengan gaji yang diberikan profesi apapun didunia ini. Namun, kebanyakan manusia tidak sabar, yang dilihat hanya yang nyata saja.
Menjadi seorang ibu, wiih ini pula balasannya tak kalah mulia. Saya selalu mengatakan kepada teman-teman ketika ditanya kenapa saya memutuskan berhenti kerja. Ya, karena saya memiliki proyek dunia dan akhirat, yaitu urus anak.
Berdasarkan hal itu saya pun belajar u/mengajar anak-anak sendiri, alhamdulillah sudah kenal dengan metode belajar bu septi a ba ca ba ca, dan jarimatika. Alhamdulillah anak pertama hingga ketiga semua bisa membaca usia 4 tahun, tanpa paksaan. Namun, kegiatan pun bertambah sejak lanjut kuliah, anak bertambah, dan mulai bekerja sebagai pengajar. Capek, iya. Emosi yaa kadang tak terkontrol, sedih sudah pasti ^_^.
Alhamdulillah, saya bergabung di IIP , Institut ibu profesional. Pendirinya bu Septi, yang sudah saya kenal sebagai sosok yang hebat sejak saya belajar tentang jarimatika dan abaca baca. Sudah pasti komunitas IIP ini pun hebat, karena orang yang menggagas sudah diketahui sepak terjangnya. Dengan masuk dalam IIP, saya teringat cita-cita saya yang dulu, ingin mendidik anak sendiri, walau dia pun bersekolah disekolah umum. Kembali ke on track, dan bertekad agar tetap dijalur ini, InsyaAllah.
Menjadi ibu profesional, bukan hal mudah. Ga seperti kuliah atau menjalankan studi untuk profesi-profesi yang ada. Kenapa? Ya, karena ini masalah menghadapi setiap keunikan ciptaanNya. Allahu Akbar.
Maka langkah pertama menjadi ibu profesional adalah mengikuti Kelas Matrikulasi. Seperti kuliahan di universitas-universitas ya, oake matrikulasi segala, ih keren. Dan memang kereeen dooong, karena belajar jadi seorang ibu itu salah satu modal kita menjalankan amanahNya, maka perlu keseriusan tingkat tinggi hehhe, karena kelak kita akan mempertanggung jawabkan. Lama belajar kurang lebih 3 bulan. Kelas matrikulasi berisi materi-materi yang sesuai kebutuhan seorang ibu, sebagai manajer keluarga. Materi matrikulasi ada 9 materi, namun khusus untuk koordinator/pengurus rumbel (rumah belajar) mengikuti 11 materi. Materi disampaikan perpekan dan setiap pekan ada nice homework yang sebaiknya kita penuhi jika kita serius dalam belajar untuk memperbaiki diri lebih baik.
Materi yang diberikan mulai dari adab menuntut ilmu hingga memotivasi kita untuk merencanakan hidup yang lebih bermanfaat lagi, dengan banyak berbagi.
Kelas matrikulasi bagi saya, MasyaAllah sekali. Begitu banyak perenungan yang membuat kita banyak-banyak perenungan, bersyukur akan takdirNya, masih diijinkan saya untuk belajar lebih baik, untuk memperbaiki diri, keluarga, untuk dapat bermanfaat untuk ummat. (Ada kisah sendiri dalam menjalankan matrikulasi ini).
Perjalanan dilangkah awal ini belum apa-apanya jika kita tidak melaksanakan sungguh-sungguh. Maka disini komitmen dan konsistensi kami diuji cobakan. Ya, hidup itu pilihan, mau BERUBAH atau KALAH.
Karena saya bertekad untuk BERUBAH ke kehidupan yang lebih berkah, “on track”, maka saya pun meyakinkan diri untuk berjuang memantaskan diri sebagai ibu sesuai fitrahnya. Dan be Professional.
#owop
#rumbelnulis
#ontrack

Tidak ada komentar:
Posting Komentar